Serang (25/02). Penantian panjang dilalui oleh petani binaan program Lumbung Pangan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS di Ds. Sukaraja, Kec. Cikeusal, Kab. Serang untuk dapat memiliki Rumah Lumbung Pangan. Namun, kini penantian tersebut telah berakhir dengan hadirnya Rumah Lumbung Pangan sebagai rumah industri petani.

Bangunan dan lahan seluas 400 meter persegi diberi nama Lumbung Pangan yang berarti saung atau gudang atau leuit dalam bahasa sunda ini akan diperuntukan sebagai tempat pengolahan, pengemasan dan penyimpanan beras dengan kapasitas maksimal hingga 25 ton. Area sekitar Lumbung Pangan akan dimanfaatkan oleh petani sebagai tempat jemur gabah, tempat dedak serta tempat sekam.

Salah satu petani kelompok Jawara Tani binaan LPEM BAZNAS, Ade Anwar (48th) Lumbung Pangan juga sebagai tempat penyimpanan beberapa alat penting petani, seperti satu paket mesin giling, timbangan dan mesin jahit karung.

“Alhamdulillah dengan adanya bantuan gudang dan mesin giling sekarang kami punya harapan lain, yaitu dapat menambahkan nilai ekonomi bagi kami, mulai dari penjualan beras, penjualan dedak, jasa giling, menjual sekam dan lain-lain.” ujar Ade Anwar.

Diketahui bahwa saat ini pembangunan Rumah Lumbung Pangan masih dalam pemasangan baut panjang dan pengecoran dudukan mesin yang akan selesai dalam waktu 3 hari. Seluruh petani bahu membahu dalam penataan mesih pertanian yang memiliki bobot yang sangat berat.

Diharapkan dengan adanya Rumah Lumbung Pangan dan perlengkapan industri beras ini mampu mendongkrak perekonomian petani binaan BAZNAS maupun petani di sekitar wilayah Desa Sukaraja, Kec. Cikeusal.

Badan Amil Zakat Nasional
Pilihan Pertama Pembayar Zakat
Lembaga Utama Menyejahterakan Umat

InovasiBerkaryaUntukUmat

LPEMBAZNAS

LumbungPangan

Leave a Comment