Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) meresmikan kelompok usaha sate yang diberi nama Gartim Setia Rasa di Desa Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Senin (17/2).

Acara peresmian dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. H. Bambang Sudibyo, MBA., CA., Direktur Pendayagunaan BAZNAS Randi Swandaru, Kepala LPEM Deden Kuswanda, BAZNAS Kabupaten Bekasi, Camat Cabangbungin, perwakilan dari perangkat desa setempat, Mitra BMD Sukaindah, anggota kelompok MP lain, serta para penerima manfaat.

Kelompok Gartim Setia Rasa saat ini beranggotakan 10 mustahik ysng tersebar di Desa Jayalaksana, Desa Setialaksana, Desa Sukaindah dan Desa Sindangsari. Selanjutnya akan terus dikembangkan menjadi 50 Mustahik di wilayah tersebut, dikutip dari Laporan Kepala LPEM Bpk. Deden Kuswanda.

kelompok usaha sate ini merupakan hasil pengembangan dari LPEM sejak Desember 2019. LPEM memberikan bantuan modal usaha dan peralatan berupa gerobak sepeda, gerobak motor, gerobak dorong dan gerobak mangkal.

LPEM juga mendorong terbentuknya usaha bersama untuk dikembangankan berupa Toko Grosir yang berfungsi sebagai stockis bahan baku usaha sate untuk memenuhi kebutuhan usaha mustahik dan dimana kedepannya akan diintegrasikan dengan peternak Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik (LPPM) BAZNAS yang berperan sebagai pemasok kebutuhan bahan baku sate ayam dan kambing.

Bpk. Bambang Sudibyo mengatakan BAZNAS berkomitmen terus mendukung program yang fokus mendorong penguatan ekonomi mustahik.

“Pembentukan kelompok usaha bersama ini merupakan salah satu terobosan dari BAZNAS dalam memaksimalkan Program Mustahik Pengusaha. Selain memberdayakan anggota kelompok sendiri, juga mampu memberdayakan program BAZNAS lainnya yakni LPEM sebagai pemasok bahan baku. Hal ini bisa menjadi bahan percontohan untuk pengintegrasian program BAZNAS lainnya dalam mencetak mustahik yang kuat dan mandiri secara ekonomi,” ucapnya.

Tak hanya itu, Bambang menambahkan BAZNAS akan terus mengembangkan program pemberdayaan ekonomi mustahik sebagai upaya mempercepat pengentasan masalah kemiskinan di masyarakat.

“Kemiskinan merupakan masalah multidimensional yang erat kaitannya dengan kondisi ekonomi. Dengan pendampingan, bantuan kebutuhan modal, serta fasilitas usaha dari LPEM ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan ekonomi para mustahik,” ujarnya.

Program Mustahik Pengusaha merupakan program yang dibentuk LPEM BAZNAS dimana program ini fokus pada pemberdayaan ekonomi untuk mustahik produktif yang akan menjalankan usaha atau sudah menjalankan usaha dari berbagai jenis produk. Dari kategori usahanya program ini bertujuan mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Jenis usaha yang dijalankan dalam usaha skala rumah tangga seperti usaha makanan ringan, kue, processing produk turunan hasil pertanian, peternakan, perikanan. Selain itu juga industri kreatif seperti batik, ukiran, konveksi, kerajinan tangan, desainer, periklanan, kesenian, arsitektur.

Tentang BAZNAS

BAZNAS adalah badan pengelola zakat yang dibentuk pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) No 8/2001. BAZNAS bertugas menghimpun dan menyalurkan Zakat Infak dan Sedekah pada tingkat nasional. Lahirnya UU No. 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, mengukuhkan peran BAZNAS sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat nasional. BAZNAS sudah terbentuk di 548 daerah (34 tingkat Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota).

Leave a Comment