BAZNAS melalui Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) terus melakukan pendampingan intensif kepada mustahik binaan melalui program Zmart di Kabupaten Garut. Selain tahapan proses program, hal ini juga sebagai upaya dalam mendorong Saudagar Zmart agar bisa tetap survive di masa pandemi ini.

Salah satu Saudagar Zmart binaan BAZNAS yaitu Aat Hadiati (73th) yang beralamat di Kp. Jati, 003/001, Desa Jati, Kec. Tarogong Keler, Kab. Garut, yang telah mendapatkan bantuan modal usaha berupa produk usaha ritel dan perbaikan warung pada Januari 2020 lalu. Kini Aat telah memasuki masa pendampingan intensif pengembangan usaha.

Adapun hal-hal yang di bahas pada pendampingan tersebut adalah terkait menurunnya omzet penjualan Aat Hadiati. Setelah mendapat informasi omzet penjualan tersebut menurun dikarenakan yang bersangkutan sempat sakit selama satu minggu pada bulan Februari 2021, hal tersebut menjadi salah satu faktor menurunnya omzet penjualan hariannya.

Pada Bulan Februari 2021, diketahui bahwa omzet pendapatan warung Zmart milik Aat Hadiati sebesar Rp. 822.645, dimana omzet tersebut relatif sedikit menurun di banding bulan sebelumnya yaitu pada Januari 2021 dengan rata-rata omzet hariannya sebesar Rp. 870.839. Kendati demikian, BAZNAS melalui pendamping program terus berupaya dalam memberikan motivasi kepada saudagar Zmart.

BAZNAS melalui pendamping programnya memberikan motivasi kepada saudagar Zmart agar tetap semangat menjalankan usahanya di tengah pandemi ini. Selain Saudagar Zmart jug didorong untuk mengoptimalkan pelayanan (hospitality) dalam menjaga kepercayaan pelanggan sebagai upaya agar pelanggan tetap dapat berbelanja di Zmart miliknya sendiri.

Badan Amil Zakat Nasional
Pilihan Pertama Pembayar Zakat
Lembaga Utama Menyejahterakan Umat

InovasiBerkaryaUntukUmat

LPEMBAZNAS

Zmart

Leave a Comment