Sukabumi (19/01). Lambat laun kegiatan produksi beras organik yang diproduksi oleh Kelompok Tani Binaan BAZNAS di Desa Cibatu, Kec. Cikembar, Kab. Sukabumi, kini sudah mulai dikenal masyarakat luas. Hal ini ditunjang dengan adanya upaya digitalisasi pemasaran menggunakan website dan akun media sosial yang berfungsi sebagai sarana promosi produk dan kegiatan budidaya yang dijalankan.

Pendamping Lumbung Pangan BAZNAS, Syahrul mengungkapkan bahwa dua kelompok tani binaan BAZNAS yakni Riung Gunung dan Sari Alam telah mendapatkan pendampingan intensif selama 2 tahun, dimana banyak manfaat yang telah dirasakan oleh kelompok tani seperti telah berubahnya proses tani tradisional ke tani organik, telah diperolehnya sertifikat Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dan berbagai macam kerjasama yang telah dilaksanakan kelompok tersebut.

“Saat ini mayoritas kelompok tani masih menerapkan varietas beras putih, namun seiring dengan adanya beberapa permintaan dari konsumen untuk produksi juga varian beras warna merah dan hitam maka mulai dari musim tanam kali ini petani menanam padi varietas tersebut.” ujar Syahrul.

“Harga pasaran beras merah dan hitam yang dikelola oleh kelompok tani binaan BAZNAS merujuk dari asosiasi petani organik di harga 20.000/kg untuk beras merah dan 30.000/kg untuk beras hitam. Hingga saat ini, kelompok tani memiliki stok sebanyak 1 ton beras merah dan hitam.” sambung Syahrul

Proses penanaman beras merah dan hitam masih dalam skala demplot, karena dari petani sendiri masih memperkirakan potensi serapan permintaan dari konsumen. Kedepannya, apabila beras hitam dan merah ternyata memiliki pangsa pasar yang bagus, tidak menutup kemungkinan skala produksinya juga akan diperbesar dan lebih dioptimalkan.

Pembelian beras merah dan hitam dapat menghubungi perwakilan mustahik wilayah Sukabumi melalui nomor 0857-2490-3398 dan 0858-6424-4026.

Badan Amil Zakat Nasional
Pilihan Pertama Pembayar Zakat
Lembaga Utama Menyejahterakan Umat
#InovasiBerkaryaUntukUmat
#LPEMBAZNAS
#LumbungPangan

Leave a Comment