Sukabumi (10/03). Nasir Hidayat (44th) petani binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS di Desa Cibatu, Kec. Cikembar, Kab. Sukabumi laksanakan persemaian benih padi varietas Inpari 24 atau biasa disebut dengan beras merah pada musim tanam ke-6 padi organik.

Menurut Nasir selaku ketua kelompok Sari Alam bahwa jumlah benih yang disemai sebanyak kurang lebih 5 kg untuk kebutuhan penanaman di lahan seluas 3.200 m2. Persemaian dilakukan di lahan seluas 4×5 m2 dan dibuat 3 paritan. Selanjutnya setelah benih disebar secara merata, seluruh area persebaran benih akan ditutup menggunakan arang sekam karena memiliki banyak kandungan unsur hara mikro.

Nantinya teknik penanaman pada padi organik menggunakan metode System of Rice Intensification (SRI), yakni tidak terlalu rapat seperti pada padi non organik, yaitu sekitar 25×25 cm atar tanaman, hal tersebut dilakukan dalam meningkatkan fungsi tanah sebagai media tumbuh dan sumber nutrisi tanaman.

“Perairan pada tanaman padi milik petani BAZNAS di Sukabumi berasal dari air irigasi dan jenis pupuk yang digunakan yaitu pupuk kandang dengan dosis 4 ton per hektarnya,” ujar Nasir.

Pada musim tanam ke-6, sebagian besar petani binaan BAZNAS akan melakukan penanaman padi jenis Inpari 24 atau beras merah, dikarenakan penjualan beras merah dirasa prospektif di kalangan petani. Pengaturan penanaman jenis lainnya juga menjadi penting dilakukan karena mengingat kebutuhan beras dengan varietas yang lain juga mesti diperhatikan untuk pengadaan stoknya.

Badan Amil Zakat Nasional
Pilihan Pertama Pembayar Zakat
Lembaga Utama Menyejahterakan Umat

InovasiBerkaryaUntukUmat

LPEMBAZNAS

LumbungPangan

Leave a Comment