Lampung Tengah (9/2). Dua kelompok tani binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS di Kel. Pujo Basuki, Kel. Trimurjo, Kab. Lampung Tengah, berinisiatif membuat bumbung parasitoid dan perbanyakan agen hayati sebagai upaya pengendalian hama.

Kelompok Tani Ngudi Rahayu dan Sri Pendowo bekerjasama dalam praktek pembuatan bumbung parasitoid, Bumbung parasitoid merupakan wadah bambu yang digunakan untuk menampung telur ngengat yang merupakan hama padi. Ngengat merusak padi pada fase larva atau ulat. Dalam satu kali penetasan telur dapat menghasilkan lebih dari 200 larva sehingga perlu dikendalikan sebelum menetas.

Paino (54th) salah satu petani dari kelompok Sri Pendowo mengungkapkan bahwa telur ngengat harus dipindahkan ke bumbung dan bukan dengan memecahkan telurnya, hal ini dilakukan untuk mengembangbiakkan parasitoid yang biasanya meletakkan telurnya ke dalam telur ngengat.

“Bumbung parasitoid merupakan musuh alami dari beberapa hama. Biasanya jumlah parasitoid perbandingannya terlalu jauh dengan jumlah hama, sehingga apabila dimasukkan ke dalam bumbung hama yang sudah menetas tidak dapat pergi kemanapun, tidak dapat mencari makan dan pada akhirnya akan menjadi santapan parasitoid.” ujar Paino.

Selain itu petani binaan juga melaksanakan perbanyakan agen hayati berupa jamur Beauveria Bassiana dan Metarhizium Anisopliae. Kedua jamur tersebut merupakan jamur yang menyerang hama, dapat tumbuh pada tubuh hama, menyerang hama pada fase larva dan imago. Karena itu hal ini menjadi pilihan untuk pengendalian hama.

Mustahik terlihat antusias, aktif dan bersemangat mengikuti kegiatan ini. Mudah-mudahan perbanyakan agen hayati seperti ini dapat berhasil dan menjadi salah satu strategi pengendalian hama yang efektif.

Badan Amil Zakat Nasional
*Pilihan Pertama Pembayar Zakat
Lembaga Utama Menyejahterakan Umat
#InovasiBerkaryaUmat
#LPEMBAZNAS
#Lumbung Pangan

Leave a Comment