Jakarta (30/11). Ketika berbicara tentang higienitas, sebagian orang memiliki stigma yang menyatakan bahwa makanan yang dijual di kaki lima cenderung dipandang tidak higienis. Hal ini terjadi karena para penjual makanan cenderung abai dalam menjaga higenitas bahan makanan maupun cara penyajiannya.

Dilatarbelakangi hal tersebut, Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS melalui program Mustahik Pengusaha lakukan edukasi tentang higienitas produk kepada Uni (48) pemilik usaha nasi dan lauk pauk di Jl. Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Uni diberikan edukasi secara personal melalui pendamping program, Kevin Arthur mengenai pentingnya menjaga higenitas berupa kebersihan dan kualitas dalam pemilihan bahan makanan sebelum diolah, saat proses pengolahan hingga penyajiannya kepada pelanggan.

“Alhamdulillah telah diberikan masukan berupa bagaimana memilih bahan baku yang baik, memastikan bahan baku halal dan bersih. Selain itu saat mengolah maupun menyajikan, tangan harus dibersihkan terlebih dahulu dengan air mengalir. Tadi juga diberikan masukan untuk menambah kelambu agar lalat atau serangga tidak bisa masuk.” ujar Uni.

Pendamping Mustahik Pengusaha, Kevin Arthur menambahkan bahwa BAZNAS senantiasa mendorong pelaku UMKM terutama mustahik binaan untuk selalu menjaga higenitas tiap masakan yang disajikan.

“Dalam kegiatan pendampingan kepada mustahik, pendamping senantiasa melakukan edukasi kepada mustahik untuk menjaga dengan sungguh-sungguh oebersihan produk yang disajikan, agar terjaga baik bahan baku, pengolahan, maupun saat disajikan. Selain menjaga kualitas gizi makanan, menjaga kebersihan merupakan Sunnah Baginda Nabi Muhammad SAW.” imbuh Kevin.

Uni merupakan salah satu mustahik yang menggeluti usaha kuliner yang tergabung dalam kelompok At-Taibin Berkah. Semoga dengan terlaksananya pendampingan secara personal ini, mampu meningkatkan semangat serta menumbuhkan kepedulian atas higienitas produk mustahik hingga kedepannya.

#BAZNAS
#LpemBAZNAS
#MustahikPengusaha
#SemestaKebajikanZakat

Leave a Comment