Pada masa pandemi COVID-19 seperti ini, Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) melalui program Mustahik Pengusaha melakukan inisiasi program untuk pelaku UMKM yang terkendala dalam aspek permodalan namun memiliki semangat serta motivasi yang tinggi dalam menjalankan usahanya. Hal ini yang menjadikan LPEM fokus untuk membantu para pelaku UMKM yang terdampak akibat adanya PSBB seperti saat ini.

Senin (05/10), berlokasi di Aula RW 10, Jl Manggarai Selatan VIII, RT 15 RW 10, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, BAZNAS melalui LPEM melakukan “Pelatihan Pembuatan Fried chicken” yang diikuti sebanyak 20 mustahik. Adapun dalam pelaksanaanya dilakukan dalam 2 sesi, yang mana setiap sesinya diikuti sebanyak 10 peserta. Kegiatan ini dilakukan sesuai protokol COVID-19 seperti pengecekkan suhu tubuh sebelum memasuki ruangan, pemakaian handsanitizer hingga diberlakukannya social distancing.

Pelatihan tersebut dimulai dengan salam pembuka oleh pendamping LPEM BAZNAS Anwar Sugandi dan dilanjutkan dengan materi dari Helmi, trainer dari DC ZChicken Bogor yang merupakan expertis dalam pengelolaan pembuatan fried chicken. Ia membahas seputar pengenalan peralatan dan bahan baku usaha ZChicken serta praktek memasak fried chicken.

Materi pelatihan dimulai dengan mempersiapkan bahan, mencampurkan ayam dengan tepung serta proses memasak dengan menggunakan api kecil hingga ayam berwarna kecoklatan dan matang sempurna. Para peserta cukup antusias mengikuti pelatihan. Hal ini karena selain bisa memperdalam konsep ZChicken, mereka juga mendapat pengetahuan tentang tata cara pembuatannya, sekaligus bisa langsung praktik dalam pembuatan fried chicken. Selain itu, mereka juga mendapatkan beberapa tips dan trick dalam memasak.

Selanjutnya kegiatan ditutup dengan pembagian beberapa bahan baku ayam dan tepung untuk peserta agar kembali mempraktekan di rumah masing masing.

Kegiatan tersebut juga didukung penuh dan disambut hangat oleh pengurus RW 10 Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, karena turut membantu dan memberdayakan warganya yang saat ini terkendala pada akses permodalan. Selanjutnya, kelompok yang sudah terbentuk sebanyak 20 mustahik ini akan mulai berjualan serta dilakukan pendampingan secara intensif oleh pendamping program.

#Mustahik Pengusaha
#LembagaPemberdayaanEkonomiMustahik
#BAZNAS
#CepatPulihIndonesia

Leave a Comment