Semenjak wabah Covid-19 melanda di negara Indonesia tercinta, lahir lah beberapa pelaku UMKM seiring dengan terbukanya mindset pengusaha akan keinginan menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan demikian, para pelaku UMKM memiliki kewajiban untuk mempertanggungjawabkan produk/jasa yang dihasilkannya, dengan didorong untuk memiliki legalitas usaha.

Legalitas usaha merupakan suatu pemberian legalitas kepada pelaku UMKM, baik dalam bentuk izin maupun tanda daftar usaha sebagai pengakuan dari pemerintah sehingga badan usaha perseorangan telah sah dan dianggap legal untuk menjalankan usahanya.

Giman (52th) salah satu dari anggota kelompok “Barokah Food” binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS yang bertempat tinggal di Pasir Putih, Sawangan, Depok, pada (2/12) telah memiliki legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK).

Pada mulanya Giman tidak mempercayai akan kemudahan dalam pendaftaran legalitas usaha melalui online, tetapi dengan adanya pendampingan dari LPEM BAZNAS, memberikan kemudahan bagi Giman untuk dalam memiliki NIB beserta IUMK.

“Alhamdulillah terimakasih saya bersyukur dan bahagia sekali karna kini telah memiliki NIB dan IUMK, dengan ini menambah semangat saya agar memiliki legalitas usaha lainnya, produk dapat lebih dikenal dan dipercaya konsumen, serta meningkatkan perekonomian keluarga di era new normal ini.” ujar Giman.

Pendamping Mustahik Pengusaha, Buky Fathan menambahkan dengan adanya pendaftaran legalitas usaha tersebut menjadi salah satu perwujudan akan tanggungjawab pelaku UMKM dengan produk yang dihasilkannya, hingga berkesempatan memiliki legalitas usaha BPOM-MD kedepannya.

#BAZNAS
#lpemBAZNAS
#MustahikPengusaha
#SemestaKebajikanZakat
#lekaspulihindonesia

Leave a Comment