Sukabumi (11/02). Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) lakukan pendampingan dan pengembangan pertanian kepada mustahik petani Kelompok Tani Sari Alam Sukabumi terhadap penerapan pertanian organik dan peningkatan kualitas produksi beras serta pengujian kandungan logam berat dan residu pestisida. LPEM BAZNAS telah memberikan bantuan berupa modal usaha dan pendampingan pertanian organik kepada Kelompok Tani Sari Alam sejak Oktober 2018.

Melalui pendamping Program Lumbung Pangan Sukabumi, Syahrul Siddiq dan Erik Mulyana, LPEM telah memberikan pendampingan kepada petani akan baiknya dampak pertanian organik jika diterapkan di lahan mereka. Pendampingan tersebut ditunjukan untuk mengubah mindset petani yang sebelumnya menerapkan pertanian konvensional yang menggunakan bahan kimia sebagai media, beralih menggunakan bahan alami dari alam sekitar sebagai pupuk dan pestisida alami. Pendamping memberikan pengarahan dari mulai perbaikan cara menanam hingga pengelolaan hasil pasca panen.

Sebelum adanya pendampingan dari LPEM BAZNAS, petani hanya menjual gabah ke tengkulak. Saat ini, dengan dorongan dan pembinaan, petani binaan telah menjual hasil panennya berupa beras yang digiling sendiri dan telah berhasil menjual sebanyak 4,7 Ton ke berbagai daerah di Sukabumi.

Dalam meningkatkan nilai jual dari harga beras tersebut, LPEM BAZNAS melakukan uji kualitas beras serta uji kandungan logam dan residu pestisida melalui uji laboratorium di PT Sucofindo SBU Laboratorium, Cibitung, Bekasi. Berdasarkan hasil lab, kualitas beras binaan LPEM BAZNAS dinilai baik karena kandungan logam berat yang ada pada beras masih dibawah ambang batas dan tidak terdeteksi residu pestisida.

Petani Sari Alam berharap dengan adanya hasil uji kualitas beras tersebut dapat meningkatkan nilai jual pada beras mereka dengan mencantumkannya pada kemasan dan membuktikan bahwa beras binaan LPEM berkualitas baik dan aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Leave a Comment