Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) menginisiasi program Mustahik Pengusaha meluncurkan jenis usaha fried chicken dengan label “ZChicken”. Pada Milad BAZNAS yang ke-20 ini, setidaknya BAZNAS telah membina 139 mustahik penerima program ZChicken yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Model pemberdayaan ekonomi ini adalah dengan membangun unit usaha Waralaba “ZChicken” yang bertujuan untuk menyasar ke pangsa pasar yang lebih luas. BAZNAS juga membentuk kelompok pengelola usaha sebagai distributor bahan baku “ZChicken”, dalam hal ini usahanya juga dimiliki oleh kelompok mustahik.

Bantuan yang diberikan kepada mustahik untuk menjalankan usaha ini berupa gerobak, Peralatan memasak, bahan baku, dan paket promosi. Selain itu para mustahik juga menerima pelatihan, sistem manajemen penjualan, dan pendampingan intensif dengan total bantuan senilai Rp1.631.705.000. Pada perjalanannya yang baru sekitar satu bulan berjualan, mustahik ZChicken DKI Jakarta saat ini mampu memperoleh omset rata-rata sekitar 650 ribu rupiah dengan keuntungan sekitar 140 ribu rupiah perharinya.

Ketua BAZNAS RI, Prof. KH. Noor Achmad, MA mengatakan kegiatan pendampingan menjadi salah satu faktor keberhasilan program untuk menjaga semangat mustahik dan memastikan usaha berjalan sesuai dengan rencana. BAZNAS juga menempatkan seorang pendamping program untuk membina mustahik. Pendampingan usaha ini diharapkan mustahik dapat memperoleh peningkatan pendapatan dari pelaksanaan kegiatan usaha ini.

“Saya terinspirasi pada program ZChicken ini, kita berharap ZChicken menjadi kedai waralaba nomor satu di Indonesia. Semoga kita semua mendapatkan ridha Allah SWT. Kepada seluruh mustahik untuk selalu mengembangkan apa yang telah diperoleh, jualah dan berhubunganlah dengan sebaik baiknya kepada masyarakat, jagalah kualitas produk sehingga apa yang dicitakan BAZNAS dapat terwujud” ujarnya.

Intan (24) salah satu mustahik penerima program ZChicken di Jl. Pisangan Baru, Kec. Matraman, Jakarta Timur, sebelum mendapatkan bantuan ia hanya pelaku usaha makanan ringan seperti lontong dan kue basah. Hingga akhirnya dia dipertemukan dengan BAZNAS untuk mengikuti program pemberdayaan di program ZChicken.

“Sebelum memulai usaha, saya telah terlebih dahulu mendapatkan pelatihan intensif tentang pengolahan ayam, pengadukan hingga penggorengan. Semoga kedepannya saya punya restoran besar ZChicken, Aamiin.” ucap Intan

Jika sudah mampu mandiri, kedepannya mustahik pengusaha akan dilepaskan dengan membuat kelembagaan lokal (paguyuban/koperasi) yang dikelola oleh pengurus serta anggota kelompok.

Badan Amil Zakat Nasional
Pilihan Pertama Pembayaran Zakat
Lembaga Utama Menyejahterakan Umat
#InovasiBerkaryaUntukUmat
#LPEMBaznas
#MustahikPengusaha
#ZChicken

Leave a Comment