Jakarta (05/03). Pada bulan Februari 2021, tingginya curah hujan yang terjadi di beberapa wilayah Jakarta, Bekasi dan belahan wilayah Indonesia lainnya mengakibatkan wilayah tersebut terendam banjir. Banjir yang menggenangi hingga separuh ketinggian rumah tinggal membuat banyak perlengkapan elektronik, kendaraan, pakaian serta perlengkapan lainnya ikut terendam. Kondisi tersebut membuat beberapa perlengkapan menjadi rusak dan tidak layak pakai.

Salah satu aktivitas yang terdampak akibat banjir adalah para pelaku UMKM, dimana seluruh perlengkapan usaha, bahan baku usaha serta tempat usaha yang menjadi pusat ekonomi keluarga rusak. Sehingga seluruh modal yang dimiliki pelaku UMKM habis tak tersisa untuk kebutuhan pangan mereka pasca banjir.

Hal tesebut menjadi salah satu kewajiban Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) dalam me-recovery pelaku UMKM terdampak banjir. Maka dari itu dilakukanlah asesmen terhadap 143 pelaku UMKM terdampak banjir di tiga lokasi yaitu Kuningan, Jakarta Selatan; Cipinang Melayu, Jakarta Timur dan Kabupaten Bekasi. Pendamping program LPEM BAZNAS dan relawan BAZNAS dikerahkan dalam melakukan asesmen kepada seluruh pelaku UMKM terdampak banjir.

Suyamti (50) pelaku UMKM yang terdampak banjir Jakarta telah menjalani usaha tempe dan tahu kurang lebih belasan tahun, kini ia merasa sedih mengingat musibah banjir tahun ini membuat usahanya mengalami kerusakan aset dan terkendala permodalan.

“Sebelumnya belum pernah banjir besar seperti ini, paginya memang sudah surut, ternyata malam harinya datang lagi lebih besar. Sehingga tidak banyak yang bisa terselamatkan. Bahan baku kacang kedelai 50 kg hilang, cetakan tahu dan tempe juga hanyut, dan pompa air konslet padahal produksi tempe butuh banyak air. Ya saya hanya bisa bersabar atas musibah ini, semoga ada hikmahnya sambil berusaha bangkit lagi dengan bahan dan alat yang tersisa,” ujar Suyamti.

Kegiatan asesmen recovery banjir Jakarta dan Bekasi merupakan langkah BAZNAS dalam melakukan pemetaan bagi pelaku UMKM terdampak banjir. Setelah proses asesmen, mustahik pelaku UMKM terdampak akan dilakukan pemberian bantuan modal usaha sesuai yang dibutuhkan oleh para pelaku UMKM tersebut.

Badan Amil Zakat Nasional
Pilihan Pertama Pembayar Zakat
Lembaga Utama Menyejahterakan Umat

InovasiBerkaryaUntukUmat

LPEMBAZNAS

MustahikPengusaha

Leave a Comment