Bendera Merah Putih Berkibar di Gerobak Bubur Mustahik Binaan BAZNAS

Peci hitam menjadi sebuah simbol kepribadian bagi bangsa Indonesa dan menjadi pengingat akan perjuangan para pahlawan bangsa dalam merebut kemerdekaan negara RI, begitulah prinsip seorang Murdiono (30) dalam kesehariannya. Beliau adalah salah seorang anggota kelompok pedagang bubur ayam binaan LPEM BAZNAS yang berdomisili di Kp. Balong Tua, Desa Sukabakti, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, yang memiliki semangat juang tinggi dan rasa cinta kepada tanah air. Baginya cinta NKRI adalah harga mati, ia buktikan dengan selalu membawa bendera merah putih sebagai lambang negara di gerobak bubur miliknya, hal tersebut ia lakukan sebagai bentuk rasa terima kasih kepada para pahlawan atas perjuangan mereka dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan negara Republik Indonesia.

Murdiono adalah seorang pejuang, bukan mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang Ia perjuangkan, tetapi berjuang untuk menghidupi keluarganya dengan teguh dan penuh rasa tanggung jawab, 12 tahun sudah Ia berjualan dari subuh untuk mencari nafkah demi membiayai kehidupan keluarganya, puluhan kilometer harus ditempuh setiap hari demi mendekati pelanggan, bukan menunggu pelanggan. Ini perjuangan bagi Murdiono.

Sejak mendapat bantuan dari BAZNAS berupa modal usaha, Gerobak dan pendampingan secara berkelanjutan, Murdiono berkata bahwa terdapat peningkatan omset dari usaha bubur miliknya, dari 350.000 menjadi 400.000 ribu rupiah per harinya. Ia berharap kedepannya BAZNAS dapat terus mendampinginya hingga usahanya stabil dan bisa mengembangkannya secara mandiri.

Leave a Comment