Jakarta (26/10) Sosok tegar tampak terlihat dari raut wajah Mar’ah (63) mustahik binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS yang berlokasi di Jl Pasar Senen, kelurahan Senen, Jakarta Pusat, setelah ditinggal suaminya ke Rahmatullah dua bulan lalu.

Walaupun kini Ibu Mar’ah berjuang sendiri mengelola kedai makanan dan minuman miliknya, beliau tetap tidak menyerah dan tetap meneruskan menjalankan usaha yang telah dirintis puluhan tahun bersama suaminya.

Saat di temui pendamping Mustahik Pengusaha Kevin Arthur Herivo di kedai usaha Mar’ah dan menuturkan penyemangatnya dalam menjalankan usaha adalah demi mengapai cita cita mulia sang suami untuk pergi ke tanah suci.

“Alhamdulillah sudah jualan lagi mas, walaupun sudah tidak bisa dibantu pak misdja. Ya sebernya anak sudah nyuruh untuk istirahat di kampung. Udah mentas semua juga. Cuma saya tidak ingin bergantung sama anak, dan ini saya terusin usaha ini, keinginan saya hanya satu lagi yaitu bisa Umrah ke tanah Suci.” ujar bu Mar’ah.

Pendamping Kevin menuturkan Ibu Mar’ah menjadi cambukan untuk generasi muda agar tidak terlena dalam rasa malas dan punya kegigihan dalam mencapai impian.

“Ditengah perkembangan teknologi yang sangat massive, banyak generasi muda sekarang banyak yang terlena dengan kemudahan, dan cenderung kurang produktif dalam mengisi waktu. Bu Mar’ah menjadi inspirasi bahwa setiap manusia hendaknya bekerja keras dan gigih terhadap cita-cita.” ujar Kevin

#BAZNAS
#LPEMBAZNAS
#MustahikPengusaha
#SemestaKebajikanZakat

Leave a Comment