Jakarta (10/08). Pandemi Covid19 yang menerpa Indonesia membuat pemerintah Indonesia menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hal ini tentu saja membuat para driver OJOL mendadak kehilangan penghasilan. Pelarangan membawa penumpang ditegaskan dengan dihapusnya layanan antar jemput penumpang pada aplikasi OJOL.

Keterpurukan itu tentu membuat driver menjadi panik akan sumber penghasilan namun tidak demikian dengan Bapak Iskandar atau yang akrab disapa “Kang Is”. Mendengar informasi pelatihan Kebuli Online dari BAZNAS ia langsung mendaftarkan diri dan menghubungi tim LPEM BAZNAS. Dalam penuturannya kepada Team LPEM ia menyampaikan bahwa ketertarikan mengikuti ini agar dapat menjadi peluang usaha baru ditengah pandemi Covid19, hal ini sangat sesuai dengan tujuan LPEM mengadakan pelatihan yaitu membuka peluang usaha baru ditengah pandemi.

Pelatihan membuat nasi kebuli diselenggarkan oleh LPEM meliputi pemaparan beberapa aspek yaitu demo memasak nasi kebuli, pemaparan analisa usaha serta sharing perjalanan wan syarif selaku pengusaha kebuli yang berangkat dari nol. Dengan menggabungkan konsep pelatihan tersebut diharapkan peserta bukan hanya memiliki hard skill memasak kebuli juga paham dengan analisa usahanya dan termotivasi dengan perjalanan sukses Wan Syarif.

Sebagai alumni pelatihan sekaligus binaan LPEM BAZNAS hari ini Kang Is bukan hanya menjajakan nasi kebuli dengan motornya yang dulu dijadikan ojek, kang Is juga semakin banyak menerima pesanan nasi kebuli box dari warga sekitar untuk berbagai acara. Ia bersyukur bisa mengikuti pelatihan dan menjadi binaan baznas dan Kang Is menjadi Bukti bahwa jika satu pintu tertutup masih ada pintu lain yang allah sediakan sebagai jalan menjemput rezeki.

#BAZNAS
#LpemBaznas
#MustahikPengusaha
#UMKMClassBAZNAS
#SemestaKebajikanZakat

Leave a Comment