Bogor (24/02). Pada masa pandemi Covid-19 pengrajin batik menjadi salah satu UMKM binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS di Kampung Batik Cibuluh, Kec. Bogor Utara, Kota Bogor, merupakan salah satu yang merasakan dampak dari menurunnya omzet dari usaha batik itu sendiri. Kunjungan demi kunjungan dari konsumen batik maupun pengunjung sangat terbatas. Pelatihan batik untuk anak sekolah belum bisa dilaksanakan dan sulitnya pemasaran produk batik.

Dengan semua permasalahan yang dihadapi pembatik Kp. Batik Cibulu, semangat usaha dalam menghadapi masa pandemi terus tumbuh kian hari. Berawal dari mencari ilmu untuk bisa mengembangkan inovasi baru, sehingga mendapatkan inisiatif dari pengrajin batik sendiri untuk mengadakan pelatihan belajar membuat boneka berbahan dasar batik khas Kota Bogor.

Pelatihan pembuatan boneka dlaksanakan pada dari Selasa dan Rabu (23-24/02) pukul 09.00-12.00 dan akan dilanjutkan kembali pelatihan pada hari senin pekan depan. Para pengrajin batik di Kampung Batik Cibuluh berinisiatif untuk mengumpulkan dana sebesar 10.000,- setiap pertemuan pelatihan sebagai bayaran kepada mentor pelatihan boneka. Dalam meminimalisir pengeluaran, antar jemput mentor dilakukan oleh Pendamping program Mustahik Pengusaha BAZNAS.

Bahu membahu untuk menambah ilmu dan inisiatif mandiri dari pengrajin batik patut diancungi jempol. Pada dasarnya di masa pandemi yang cukup menghambat penjualan batik, para pengrajin batik tetap semangat mencari inovasi baru yaitu belajar membuat boneka. ‘

Badan Amil Zakat Nasional
Pilihan Pertama Pembayar Zakat
Lembaga Utama Menyejahterakan Umat
#InovasiBerkaryaUntukUmat
#LPEMBAZNAS
#MustahikPengusaha
#KpBatikCibuluh

Leave a Comment