Sukabumi (27/02). Kelompok Tani Sari Alam dan Riung Gunung binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS siapkan pengadaan beras zakat fitrah 1442 H dengan dilakukannya audit penyerapan gabah dengan cara pengecekan kembali gabah pasca penggilingan serta pemisahan dan penyesuaian kode petani serta varietas padi.

Ketua pengurus tani binaan BAZNAS, Nasir (44th) mengungkapkan bahwa sebagian besar petani yang tergabung dalam program Lumbung Pangan di Sukabumi telah melaksanakan panen. Ditargetkan produksi beras orgranik sebanyak 60 ton, beras non organik di atas 150 ton, sedangkan untuk varietas beras merah dan hitam amsih dalam tahap penyesuaian.

Proses audit penyerapan gabah oleh kelompok tani dilakukan pasca penjemuran gabah hingga menjadi kering, petani akan membagi hasil panen untuk dimanfaatkan sebagai biaya sewa dan kebutuhan ekonomi petani serta sebagian besar akan dijual ke Gapoktan Sugih Mukti. Gapoktan Sugih Mukti merupakan gabungan kelompok tani Sari Alam dan Riung Gunung serta petani sekitar.

“Rata-rata penjualan gabah dari masing-masing petani ke Gapoktan berkisar mulai dari 100 kg sampai dengan 3.000 kg. Variasi penjualan gabah tersebut disesuaikan dengan lahan yang digarap oleh petani.” ujar Nasir.

“Saat ini, penyerapan gabah dari petani sudah masuk di angka 14 ton GKG (Gabah Kering Giling). Untuk varian beras putih lonjong sudah tertampung sebanyak 9.500 GKG, beras merah 2,5 ton GKG, beras hitam 1 ton GKG dan sisanya varian beras putih bulat 1 ton.” sambung Nasir.

Penyerapan gabah ini baru dari sebagian petani yang sudah melakukan penjualan. Sisanya petani sendiri saat ini ada yang baru melakukan penjemuran dan ada juga yang masih menyimpan gabahnya di rumah masing-masing. Stok gabah ini tentunya dimaksudkan untuk memaksimalkan persiapan pengadaan beras Zakat Fitrah serta memenuhi permintaan beras dari konsumen.

Badan Amil Zakat Nasional
Pilihan Pertama Pembayar Zakat
Lembaga Utama Menyejahterakan Umat

InovasiBerkaryaUntukUmat

LPEMBAZNAS

LumbungPangan

Leave a Comment