Karawang (07/01). Waktu antar musim merupakan pergantian musim panen dengan jarak sekitar 45 hingga 60 hari hingga musim tanam padi kembali, waktu tersebut biasa dimanfaatkan oleh sebagian besar petani Indonesia untuk menghasilkan pendapatan tambahan dengan menanam sayur- sayuran yang memiliki jangka waktu panen singkat seperti bayam, sawi, bunga kol dan sayuran lainya.

Seperti yang dilakukan oleh petani Kelompok Tani “Bina Mandiri” binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS di Desa Sukatani, Kec. Cilamaya Wetan, Kab. Karawang, dengan memanfaatkan lahan seluas 3 ha dan waktu antar musim (penyela) untuk menanam sayuran bunga kol.

Tarmin (50th) salah satu anggota kelompok saat ditemui pendamping Lumbung Pangan, Agus mengungkapkan bahwa kelompok Tani Bina Mandiri telah membiasakan diri untuk memanfaatkan waktu penyela dengan menanam sayuran di sawah, hal tersebut dapat menjadikan pemasukan bagi seluruh petani binaan.

“Waktu tanam sayuran bunga kol di kisaran 50 hari hingga panen, waktu tersebut cukup untuk memaksimalkan tanah hingga musim tanam padi, dan diperkirakan para petani akan panen bunga kol hingga 15 ton/ha.” ujar Tarmin.

Selaras dengan hal tersebut, Agus selaku pendamping program mengungkapkan bahwa, kegiatan ini tidak menggangu jadwal yang sudah ada untuk menanam padi dan hasil panen bunga kol nantinya akan dipasarkan dan disebar ke pasar induk di Cikopo dan Cibitung.

“Di Karawang, para petani menerapkan pola tanam padi – padi- bera dikarenakan adanya jadwal air berdasarkan golongan air sehingga menunggu air turun. Hal tersbut membuat petani menganggurkan lahannya begitu saja dan berbeda dengan petani binaan BAZNAS dengan memanfaatkan hal tersebut untuk menanam sayur bunga kol.” ujar Agus

#BAZNAS
#LPEM
#LumbungPangan
#SemestaKebajikanZakat

Leave a Comment