COVID-19 bukan hanya berdampak negatif kepada UMKM, tetapi juga berdampak negatif kepada para supir bajaj. Salah Satu supir bajaj yang terdampak COVID-19 adalah Pak Sueb (51). Beliau bekerja sebagai supir bajaj sejak tahun 2000. Hidup bersama satu orang istri bernama maryamah dan dua orang anak bernama Umaysari dan Nasrudin yang masih bersekolah dan membutuhkan biaya hidup sehari-hari. Umaysari sekarang sekolah setingkat SMK dan adiknya Nasrudin duduk di SMP.

Pak Sueb mengontrak di daerah duren sawit Jl. lingkar RT 03 RW 10 Jakarta Timur. Dengan biaya sewa kontakan per bulan yaitu Rp 700.000. Akibat COVID-19 pendapatan Pak Sueb menurun drastis. Terkadang seharian beliau sama sekali tidak mendapatkan penumpang. “Sepi pak, karena COVID-19 ini narik seharian cuman bisa dapat Rp 15.000, kalau hari normal bisa dapat Rp 100.000 – Rp 200.000 per harinya” ungkap Pak Sueb pada tim LPEM BAZNAS.

BAZNAS melalui LPEM memberdayakan Pak Sueb seorang supir bajaj melalui Program Paket Logistik Keluarga (PLK). Pak Sueb dengan bajajnya diminta untuk menyalurkan 15 Paket Logistik Keluarga kepada kelompok karya disabilitas mandiri yang berlokasi di Jl. Pintu air 1 Manggarai Tebet Jakarta selatan. PLK diantar dari Cipinang Kebembem RT 08 RW 10 Pisangan Timur Pulogadung Jakarta Timur ke rumah-rumah mustahik secara Door to Door. Sebagai balas jasa atas bantuan menyalurkan PLK, Pak Sueb juga mendapatkan satu Paket Logistik Keluarga senilai Rp 300.000.

LPEM BAZNAS menyalurkan Paket Logistik Keluarga dengan target 1200 mustahik yang tersebar di 18 Kabupaten/kota di 5 Provinsi selama bulan Ramadhan ini. Hingga hari ini Senin 18 Mei 2020 LPEM BAZNAS sudah menyalurkan PLK sebanyak 593 paket atau 49 % PLK sudah disalurkan. Penyaluran PLK ditargetkan selesai pada hari jumat 22 Mei 2020.

#BAZNAS
#LPEM
#MustahikPengusaha
#SemestaKebajikanZakat
#LekasPulihIndonesia

Leave a Comment