LPEM BAZNAS kembali menyalurkan Paket Logistik Keluarga (PLK) di Jl. Gading raya, Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur. Sasaran distribusi PLK saat ini adalah kelompok pedagang jamu yang sudah berumur 50 tahun lebih dan terkena dampak pandemi COVID-19.

Ibu Suntiyem dan Ibu Suratmi adalah salah dua penerima PLK pada kesempatan ini. Mereka adalah pedagang jamu keliling di wilayah Pisangan timur. Mereka mengungkapkan penghasilan mereka sangat menurun karena sepinya pelanggan. Biasanya dapat menjual jamu dengan omset per hari hingga Rp 300.000. Namun, di masa pandemi hanya bisa mendapat omset maksimal Rp 100.000.

Ibu Suratmi (54) mengungkapkan bahwa beliau akan berjualan menggunakan APD yang diberikan didalam PLK. Harapan beliau agar konsumen melihat produk jamu nya higienis sehingga peminat jamunya dapat kembali banyak, sehingga akan berpengaruh kepada pengahasilan usahanya dan dapat memenuhi kebutuhan sehari harinya dengan anak dan cucunya.

“Dengan APD dari paket logistik keluarga ini. Saya akan semangat kembali berjualan jamu. Terima kasih BAZNAS” ujar Bu Suratmi kepada tim LPEM BAZNAS

Peket semboko disuplai dari toko grosir terdekat, sementara beras dari pabrik penggilingan padi. Pendistribusi PLK tetap menggunakan standar pencegahan COVID-19 seperti penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) saat packing PLK dan distribusi dilakukan, serta dengan tidak mengumpulkan masa sebagai penerapan physical distancing, maka pendistribusian dilakukan dengan door to door.

Paket Logistik Keluarga adalah kegiatan sosial yang dilakukan LPEM BAZNAS berupa paket sembako untuk membantu pemenuhan kebutuhan logistik masyarakat dalam hal ini yaitu mustahik binaan terdampak akibat wabah COVID-19, dengan adanya penyaluran PLK dapat mencukupi kebutuhan pokok keluarga mustahik saat masa pandemi.

BAZNAS

LpemBaznas

PaketLogistikKeluarga

BaznasTanggapCovid-19

LekasPulihIndonesia

SemestaKebajikanZakat

Leave a Comment