Jakarta (4/6), Saat masa sulit pandemi COVID-19 ini banyak sektor usaha yang terdampak dan berimbas pada penurunan penghasilan serta tidak sedikit usaha kecil yang akhirnya gulung tikar. Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS terus melakukan pendamping terhadap pengembangan usaha Mustahik, salah satunya melalui penguatan branding dan perbaikan kemasan produk.

Ibu Suyatmi, seorang pedagang jamu “Herbal Murni Ibu Emi” yang beralamat membantu pengembangan usaha Mustahik di Jl. Cipinang Kebembem, Kel. Pisangan Timur, Kec. Pulo Gadung, Jakarta Timur masih tetap bertahan ditengah pandemi COVID-19.

LPEM BAZNAS mendorong peningkatan kualitas dan higenisitas produk jamu Ibu Suyatmi dengan kemasan baru dalam botol ukuran 500 ml dengan brand sendiri. Dengan kemasan baru ini diharapkan penjualan tetap stabil bahkan cenderung meningkat dan pelanggan yang selama ini setia semakin yakin terhadap kualitas produk jamu Ibu Suyatmi. Disamping itu pengolahan produk jamu ini tetap memperhatikan higenisitas dengan penggunaan masker, sarung tangan, dan haircap

Menurut Pendamping Program LPEM, Anwar Sugandi, bahwa produk jamu Ibu Suyatmi memilki cita rasa yang khas, karena diracik secara tradisional seperti bahan baku masih ditumbuk dan tanpa bahan pengawet. Cara ini merupakan tradisi turun temurun keluarga.


“Dengan perbaikan kemasan tersebut di harapkan produk Mustahik dapat bersaing dengan produk lainya agar tetap mendapatkan penghasilan lebih dari usaha yang sedang di jalaninya.” Tutur Anwar

Sebelumnya LPEM BAZNAS telah memberikan bantuan modal usaha berupa bahan baku dan perlengkapan pembuatan jamu serta pendampingan kepada Ibu Suyatmi sejak tahun 2019 lalu.

#BAZNAS
#LpemBaznas
#MustahikPengusaha
#SemestaKebajikanZakat

Leave a Comment