Rabu (08/04), Penggunaan pupuk hayati pada pertanian saat merupakan suatu keharusan bagi petani karena pupuk hayati mengandung mikroorganisme hidup yang berfungsi untuk memperbaiki kesuburan tanah sehingga dapat meningkatkan pasokan nutrisi dari tanaman dan mencegah tumbuhnya organisme parasit tanaman.

Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS melalui program Lumbung Pangan melakukan pemupukan dalam program tanam padi menggunakan pupuk hayati majemuk bersama kelompok Tani Rahayu di desa Pujobasuki, Kecamatan trimurjo, kabupaten Lampung Tengah.

Pendamping Lumbung Pangan BAZNAS, Tri saloka Destriawan bersama salah satu mustahik petani binaan yakni Pak Sutarjo mengaplikasikan pupuk hayati bersamaan dengan pupuk kimia dengan cara disebar. Sebelum dilakukan tebar pupuk, terlebih dahulu seluruh bahan yang terdiri dari pupuk NPK, KCl, SP36, dan pupuk hayati dicampur dengan cara diaduk, hal tersebut sesuai dengan anjuran dari pak Cahyo selaku peracik dan penemu pupuk organik yang digunakan.

Pupuk organik yang digunakan oleh kelompok Tani Rahayu antara lain Pupuk Organik Cair, Pupuk Hayati Majemuk, dan Zeatin. POC dan PHM dimaksudkan untuk memperbaiki kondisi tanah, sementara Zeatin berfungsi untuk menjaga kualitas tanaman tetap bagus.

Pemupukan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Pemupukan dilakukan pada pagi hari untuk menghindari terik matahari dan menghindari penyubliman berlebih karena panas matahari.

BAZNAS

LPEM

LumbungPangan

SemestaKebajikanZakat

Leave a Comment