Pandemi membuat pertemuan sosial dibatasi. Hal tersebut juga mempengaruhi pertemuan kelompok Zmart. Namun dengan adanya konsep New Normal pertemuan kelompok Zmart pun disesuaikan dengan protokol COVID-19. Sebelum pertemuan kelompok dilakukan absen kondisi tubuh. Jika ada yang kurang sehat maka dilarang untuk hadir, ketika pertemuan kelompok para peserta wajib menggunakan masker.

Pada (22/07) dilaksanakan pertemuan kelompok Hegar Manah Kec. Tarogong Kaler, Kab. Garut. Pertemuan bertempat di salah satu anggota Zmart yaitu Weni Anggraeni. Dari 11 anggota Kelompok Hegar Manah 2 orang tidak bisa menghadiri karena ijin keperluan mendadak dan karena sedang sakit.

Pada pertemuan kelompok tersebut pendamping dan saudagar membahas evaluasi pencatatan omzet, strategi pengembangan dan motivasi dalam menjaga semangat agar tetap bisa bertahan di masa Pandemi. Selain itu metode yang di gunakan pada pertemuan kelompok tersebut menggunakan metode diskusi dimana pendamping menuntun anggota Zmart agar aktif dalam menyampaikan saran dan pertanyaan. Peserta saling tukar pikiran untuk masalah dan solusi yang di temui.

Dengan menggunakan metode tersebut bisa membuat emosional sesama anggota terbangun dan bisa membangun rasa kepemilikan antar anggota kelompok.

Di akhir pertemuan, kelompok Hegar Manah membuat kesepakatan untuk melakukan iuran rutin setiap pertemuan 5.000/pertemuan dan bersedekah 2.000/hari untuk nantinya setiap 1 bulan di himpun dan jika memang ada moment strategis bisa di jadikan suatu program aksi sosial peduli sesama.

Pasca kegiatan pertemuan kelompok selesai, beberapa anggota menengok salah satu saudagar Zmart yang saat ini sedang sakit dan tidak bisa hadir yaitu Ibu Aam yang berlokasi di Wilayah Kp. Jati Tarogong Kaler.

#BAZNAS
#LPEM
#Zmart
#SemestaKebajikanZakat
#LekasPulihIndonesia

Leave a Comment