Jakarta (11/02). Merna (45th) seorang single parent yang ingin menyukseskan ketiga anaknya hingga ke jenjang pendidikan tinggi. Berbekal keuletannya dalam memasak, Merna mulai memproduksi sambal dengan brand Sambal Yowes Ben dan mulai menjajakan produk ke warga sekitar rumahnya di daerah Cilincing, Jakarta Timur.

Bukan hal mudah baginya saat usianya yang tidak lagi muda, kini ia dengan semangatnya terus melatih dirinya untuk mengembangkan usaha sambalnya. Aneka rasa telah ia buat hingga banyak masyarakat kini tertarik dengan sambal buatan Merna.

Sebagai pelengkap Sambal Yowes Ben, Merna harus kembali belajar untuk mendapatkan legalitas Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Merna yang merupakan mustahik binaan Lembaga Pemberdayaan EKonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS dan berkat pendampingan BAZNAS, kini ia mengikuti pelatihan PIRT yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Jakarta Utara.

“Alhamdulillah setelah mendaftar dari bulan Desember tahun lalu, hari ini Sambal Yowes Ben bisa ikut serta dalam kegiatan Pelatihan Keamanan Pangan (PKP). Untuk kegiatan PKP ini dilakukan secara online dengan materi seperti undang-undangan kemanan pangan, hygine sanitasi pangan, penerbitan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPPIRT), kemudian ditutup dengan post test.” ujar Merna

Sambel Yowes Ben milik Merna kini telah memiliki Sertifikasi halal dari LPPOM MUI, NIB dan IUMK. Merna mengikuti kegiatan PKM dari Dinas Kesehatan sebagai bentuk upayanya dalam menyempurnakan legalitas Sambal Yowes Ben. Nantinya sambal Yowes Ben akan terus diberikan pendampingan oleh BAZNAS dalam kepengurusan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).

Harapannya seiring dengan sempurnanya legalitas produk Sambel Yowes Ben binaan BAZNAS ini, pemasaran produk akan terbuka lebar dan berdampak pada penghasilan Merna.

Badan Amil Zakat Nasional
Pilihan Pertama Pembayar Zakat
Lembaga Utama Menyejahterakan Umat
#InovasiBerkaryaUmat
#BAZNAS
#LPEM
#MustahikPengusaha

Leave a Comment