Depok (14/01). Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik bekerjasama dengan UPZ Bank Permata Syariah dalam pemberdayaan warung ritel mikro Zmart sebanyak 45 titik Zmart dibeberapa wilayah seperti Jakarta, Tangerang, Depok dan Bogor.

Saat ini, seluruh saudagar Zmart masuk ketahap pendampingan intensif hingga kemandirian usaha selama setahun. Seperti pendampingan yang dilakukan oleh pendamping program Zmart BAZNAS, Adi Kusuma ke salah satu saudagar Zmart Yeni (41th) di Kp Bulak, Kel. Kalibaru, Kec. Cilodong, Kota Depok dalam memberikan arahan terkait perkembangan usaha yang telah dijalankan dalam sebulan pasca bantuan modal serta arahan terkait penataan produk.

Terdapat beberapa perkembangan usaha yang telah dilaksanakan Saudagar Zmart Yeni, seperti sudah dipenuhi beberapa produk kebutuhan masyarakat dan produk jajanan anak, serta adanya peningkatan terhadap penataan produk fast moving di depan toko agar lebih terlihat. Hal tersebut dilakukan agar nantinya konsumen mudah dalam mencari produk yang diinginkan.

Banyak tips dalam penataan display produk khusus usaha warung ritel yaitu dengan memaksimalkan produk pada dinding warung, memajang produk dengan baik, menghindari kesan berantakan, sediakan tempat penyimpanan barang serta menyediakan tempat produk fash moving di depan toko.

“Meski masih belum maksimal dalam penataan produk dan display secara baik, akan tetapi mustahik tetap memiliki keinginan kuat dalam belajar manajemen warung ritel.” ujar Adi

Yeni merupakan pelaku usaha ritel baru yang mendapatkan bantuan modal usaha dan branding equipment pada bulan Desember 2020. Saat ini telah terlihat adanya peningkatan omzet hingga 350.000 perharinya. Kedepannya, Yeni berkomitmen agar selalu mengikuti pendampingan intensif agar usahanya lebih berkembang dan dapat mengetahui konsep warung Zmart modern. Pendamping juga menegaskan untuk menerapkan 3 M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

#BAZNAS
#LPEM
#Zmart
#SemestaKebajikanZakat

Leave a Comment