Jakarta (29/09). Diberlakukannya kembali PSBB jilid 2 di seluruh wilayah DKI Jakarta berdampak pada sektor pariwisata karena adanya penutupan kawasan wisata. Akibatnya, pelaku UMKM yang menjajakan usahanya di kawasan pariwisata mengalami penurunan pendapatan usaha.

Hal ini dirasakan oleh Suhadi (28) salah satu pedagang Kopi Kampung Binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS. Ia memaparkan kondisi usahanya saat ditemui pendamping Mustahik Pengusaha, Kevin Arthur di Jl. Cengkeh Kawasan Wisata Kota Tua, Jakarta Barat. 

“Diberlakukanya kembali PSBB jilid 2 ini membuat usaha saya terasa penurunannya. Konsumen cenderung takut untuk sekedar keluar rumah. Penutupan Kota Tua sedikit banyak berdampak terutama setelah empat hari diberlakunya kembali PSBB total. Alhamdulillah, saya tetap tekuni usaha ini, Alhamdulillah rejeki selalu ada, syukur tetap saya dawamkan setiap harinya.” ujarnya.

Sementara itu, pendamping mustahik pengusaha, Kevin Arthur Herivo yang mendampingi usaha kopi kampung menambahkan bahwa LPEM BAZNAS akan senantiasa menguatkan UMKM binaanya untuk selalu optimis dan juga adaptif dalam menyikapi penurunan daya beli akibat pandemi. “Optimisme menjadi kekuatan yang utama yang harus ada disetiap pelaku usaha. Ketika mindset optimis diiringi dengan inovasi dan peningkatan ketaqwaan, yakinlah kesempatan itu akan selalu ada, termasuk dikala pandemi seperti ini. Suhadi merupakan salah satu contoh pelaku UMKM binaan LPEM BAZNAS yang memiliki optimisme di tengah kondisi pasar yang lesu. Alhamdulillah Kopi Kampung D&M sejauh ini masih tetap fight di tengah pandemi.” ujar Kevin.

#BAZNAS
#LPEMBAZNAS
#MustahikPengusaha
#SemestaKebajikanZakat

Leave a Comment