Kota Bandung (27/02). Usaha ritel menjadi salah satu dari sekian banyak usaha yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Akan tetapi dampak yang diterima oleh pelaku usaha ritel tidak terlalu besar dibandingkan dengan sektor usaha lainnya. BAZNAS melalui Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) dengan berbagai program pemberdayaan terus membina mustahik binaan dalam perkembangan usaha mereka. Salah satu pemberdayaan yang dilakukan melalui program Zmart yang bergerak di bidang usaha ritel.

Masnah Aliya Agus (47th), salah satu saudagar Zmart binaan BAZNAS yang telah dibantu modal usaha dan diberikan pendampingan sejak Februari 2020 lalu. Berlokasi di kediamannya di Jl.Terusan Pasirkoja, RT 006/005, Kec. Bojongloa Kaler, Kota Bandung, kini Masnah memiliki omzet usaha rata rata yang cukup stabil sebesar 350.000 per harinya.

Masnah mengungkapkan bahwa perkembangan warung Zmart miliknya selama pandemi Covid-19 memiliki kestabilan rata rata omzet hariannya. Kini ia lebih bersyukur dan istiqomah dalam setiap aktivitas usaha ritelnya dengan tetap menerapkan protokol 3M yaitu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

BAZNAS melalui program pendampingan usaha telah memberikan berbagai macam materi pendampingan terhadap para saudagar binaanya. Diketahui bahwa Masnah kini telah mendapatkan beberapa materi pendampingan diantaranya terkait stock opname, pembuatan laporan transaksi harian, penataan barang fast moving, penggunaan aplikasi Zmart dan proses repeat order.

“Alhamdulillah, dengan adanya pendampingan program Zmart BAZNAS saya lebih termotivasi untuk terus memberikan pelayanan prima, karena program Zmart adalah amanah yang diberikan muzaki dalam membantu musahik, sehingga sangat membantu perekonomian saya dan sekolah anak.” ujar Masnah

Badan Amil Zakat Nasional
Pilihan Pertama Pembayar Zakat
Lembaga Utama Menyejahterakan Umat

InovasiBerkaryaUntukUmat

LPEMBAZNAS

Zmart

Leave a Comment