Lampung Tengah (09/03). Kelompok Tani “Rahayu” dan “Sri Pendowo” binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS di Ds. Pujo Basuki, Kec. Trimurjo, Kab. Lampung Tengah, berupaya mengendalikan hama tikus dengan menggunakan teknik ramah lingkungan, diantarannya penggunaan pestisida nabati dan pemanfaatan musuh alami yaitu burung hantu.

Berdasarkan penggunaan pestisida nabati yang dilakukan kelompok tani Sri Pendowo, seluruh mustahik binaan sebagian besar tidak mampu menyemprotkan pestisida nabati setiap 3 kali sehari, sehingga penggunaan pestisida alami menjadi kurang efektif. Hal tersebut memutuskan seluruh petani giat menggunakan strategi lainnya yaitu pemanfaatan musuh alami burung hantu.

Menurut Lukman (49th) selaku ketua kelompok Sri Pendowo bahwa pertanian milik petani seluas 24 hektar sering dilanda hama tikus yang mengakibatkan 70% kerugian bagi petani, maka dari itu perlu adanya burung hantu sebagai musuh alami tikus yang mampu memangsa 3-5 ekor tikus dalam semalam.

“Burung hantu didapatkan dari penangkaran burung hantu di bangunan tua. Nantinya rumah burung hantu akan disebar di titik terbanyak hama tikus, dan semoga dengan adanya burung hantu mampu meminimalisir jumlah hama tikus di kebut padi milik petani,” ujar Lukman

Kelompok petani mendapat bantuan dana pengembangan usaha dari BAZNAS Kab. Lampung Tengah dalam membangun rumah burung hantu di 3 Dusun, Ds. Pujobasuki, nantinya setiap dusun akan dibangun dua buah rumah burung hantu. Pengerjaan pembuatan rumah burung hantu dilaksanakan secara gotong royong dan melibatkan petani sekitar. Dikarenakan efek pemanfaatan burung hantu ini tidak hanya terbatas pada mustahik binaan saja, tapi juga bagi petani di Kec. Pujo Basuki.

Badan Amil Zakat Nasional
Pilihan Pertama Pembayar Zakat
Lembaga Utama Menyejahterakan Umat

InovasiBerkaryaUmat

LPEMBAZNAS

LumbungPangan

Leave a Comment