Sukabumi (08/07), Budidaya padi organik merupakan metode dengan tidak menggunakan pestisida dan pupuk sintetis selain biaya efisien, dengan metode organik bertujuan memperbaiki tekstur dan struktur tanah baik secara kimiawi, biologi sehingga berkesinambungan.

Bersamaan dengan hal itu, pendamping program Lumbung Pangan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS, Erik menuturkan dimana terdapat 6 orang petani non binaan BAZNAS yang nantinya akan diikutsertakan untuk mendaftar menjadi petani organik di dalam perpanjangan sertifikasi.

Salah satunya Agus (38) Salah satu dari 6 orang petani non binaan BAZNAS yang telah menerapkan budidaya padi organik yang berlokasi di Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Sukabumi, dengan luas lahan sebesar 2 ha,

“Sebelumnya saya hanya mengikuti kegiatan pertemuan kelompok tentang pertanian organik, disitulah rasa ingin tahu dan penasaran dalam praktek padi organik, karena permintaan pasar tentang beras organik cukup baik, maka saya memberanikan untuk mencoba budidaya pagi orgranik.” Ujar Agus kepada pendamping

Melihat dari potensi lahan, harga produk dan kesehatan produk serta rutinnya ikut pertemuan kelompok membuat motivasi beliau tinggi untuk alih profesi menjadi petani padi organik

Semoga kedepan bukan hanya beliau saja namun petani lain ikut serta dalam mendukung program ketahanan pangan melalui beras organik yang mengedepankan kualitas produk.

#BAZNAS
#LPEM
#LumbungPangan
#SemestaKebajikanZakat

Leave a Comment