Bandung Barat (18/03) Kelompok tani edamame binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS di Desa Pasirhalang, Kec. Cisarua, Kab. Bandung Barat, lakukan panen pada musim kedua, mengingat pemenuhan permintaan pasar edamame secara kontinyu maka proses panen dilakukan secara berperiode.

Petani melakukan panen komoditas edamame pada masa tanam kedua sejak mulai dibina pada tahun 2020 lalu. Dimana sebelum petani edamame dibina oleh BAZNAS, hasil panen edamame sebanyak 351 kg/1500 m². Sedangkan sejak dibantu BAZNAS, kini panen kedua mengalami kenaikan hasil panen sebanyak 577 kg/ 1500 m².

Supriadi (35th) salah satu petani edamame mengungkapkan bahwa harga jual hasil panen edamame perkilo yang dijual kepada mitra dan distributor sebesar 11rb-12rb untuk grade A, sedangkan untuk grade B dihargai dengan kisaran 3rb-4rb.

“Alhamdulillah, kami para petani edamame cukup senang dalam budidaya edamame dan kini telah mendapatkan mitra karena hasil panen mendapatkan pasar pasti yaitu langsung dibeli oleh mitra juga dengan harga yang pasti dan stabil sebesar 11rb-12rb per kg.” ujar Supriadi

Diketahui sebelumnya Supriadi merupakan petani sayuran, dengan harga yang tidak stabil sehingga hasil panen sering tidak dapat menguntungkan sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan ekonomi Supriadi. Sebelum menanam edamame beliau menanam sayuran kol putih dengan harga pembelian paling rendah sebesar 1.500 dan paling tinggi 5.000 rupiah tergantung pada pasaran, harga tersebut sangat sering berfluktuasi dalam waktu yang singkat sedangkan untuk panen sayuran tidak boleh terlambat dan tidak tahan lama setelah dipanen.

Semoga dengan menjadi petani edamame, petani mampu memaksimalkan pendapatan ekonomi mereka sehingga kedepan potensi untuk keluar dari garis kemiskinan akan terpenuhi.

Badan Amil Zakat Nasional
Pilihan Pertama Pembayar Zakat
Lembaga Utama Menyejahterakan Umat

InovasiBerkaryaUntukUmat

LPEMBAZNAS

LumbungPangan

Leave a Comment