Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara ataupun daerah. Peran penting tersebut telah mendorong banyak negara termasuk Indonesia untuk terus berupaya mengembangkan UMKM.

Para pelaku UMKM memiliki komitmen dan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan produk/jasa yang dihasilkan, didorong untuk memiliki hak cipta, mendapatkan peluang untuk pengembangan usaha, dan pendampingan untuk penguatan kapasitas serta kualitas, sehingga setiap UMKM perlu memiliki perizinan usaha.

Perizinan usaha merupakan pemberian legalitas kepada pelaku usaha, baik dalam bentuk izin maupun tanda daftar usaha sebagai pengakuan dari perseorangan telah sah dan dianggap legal untuk menjalankan usahanya.

Seperti Ibu Nurhalimah (46), salah satu dari anggota Ben Mulyo Amanah binaan LPEM BAZNAS yang tinggal di Jl.Kekupu Bombay 3 RT.004/005 No.09, Pasir Putih, Sawangan, Depok, Jawa Barat pada hari Kamis (2/7/2020) telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK).

Sejak diluncurkan sekitar 2 tahun lalu, sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS) telah membawa perubahan yang signifikan terhadap proses izin usaha di Indonesia. NIB adalah identitas berusaha berbentuk 13 (tiga belas) digit angka acak yang diberi pengaman dan disertai tanda tangan elektronik. Dengan memiliki NIB, maka usaha perorangan telah terdaftar.

Pendaftaran legalitas usaha dimulai dari mendaftarkan akun di website OSS (Online Single Submission) kemudian memilih kualifikasi usaha, mengisi formulir perizinan mikro kecil, mengisi data pribadi, mengisi data usaha dan prasarana, hingga mencetak NIB beserta IUMK. Jenis KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha) Ibu Nurhalimah yakni industri makanan dan masakan olahan, industri Si Engkong, Kentang Mustofa, hingga Mie Ayam Mpok Limeh.

“Alhamdulillah senang banget sudah memiliki NIB beserta IUMK, dan ini membuat semangatku meningkat untuk kedepannya, membuat produk saya lebih dikenal serta tambah dipercaya, dan meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Nurhalimah.

Kedepannya, pendamping LPEM BAZNAS akan membantu mustahik binaan dengan mendaftarkan produk produk binaanya mendapatkan NIB beserta IUMK.

#MustahikPengusaha
#LPEM
#BAZNAS
#SemestaKebajikanZakat
#LekasPulihIndonesia

Leave a Comment