Rasa syukur terlihat di wajah Suharta (31th) anggota petani kelompok “Ranca Layung” binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS asal Ds. Cirangkong Kec. Petir. Kab. Serang, Banten. Pasalnya, kini ia dapat panen mentimun hingga 320 kg per hari.

Saat ditemui oleh pendamping program Lumbung Pangan BAZNAS, Pirdaus pada Rabu (16/12) di lahan seluas kurang lebih 2.000 Meter, Suharta mengungkapkan rasa syukurnya karena kini sudah panen ke-4 sejak awal panen dan mendapatkan harga 4.000 hingga 4.500 perkilogram.

“Suharta menggunakan pupuk organik cair NAP serta menggunakan beberapa pupuk kimia berupa NPK mutiara, Urea, Gandasil Daun dan Buah untuk ladang mentimunnya.” ujar Pirdaus

Diketahui bahwa tanaman mentimun saat ini sudah berusia 45 hari, dan pada panen pertama menghasilkan 70 kg, pada panen kedua 150 kg, panen ketiga 300 kg dan keempat 320kg. Mentimun akan terus dipanen hingga 15 kali panen. Dari hasil panen tersebut, hasil panen kelompok Ranca Layung kini mengalami peningkatan hasil panen tiap harinya, hal tersebut membuat petani kelompok tak henti mengucapkan syukur.

“Hasil pertanian kelompok Ranca Layung sudah mencapai 3 kwintal, Alhamdullah berkat program bantuan Lumbung Pangan BAZNAS, Semoga dengan adanya pendampingan ini menjadi awal kesejahteraan petani Indonesia” ujar Suharta.

Suharta merupakan petani binaan yang telah mendapatkan bantuan modal sejak bulan Agustus 2020 dan pendampingan berupa teknologi sistem pertanian, motivasi usaha serta marketing hasil panen.

Diharapkan, kelompok petani ini dapat meningkatkan potensi usaha pertanian mereka melalui pendampingan dengan berdirinya outlet sayur di pasar agar nantinya hasil tani kelompok Ranca Layung dapat dipasarkan langsung kepada konsumen sehingga pendapatan dan kesejahteraan para petani kian meningkat.

#BAZNAS
#LPEMBAZNAS
#Lumbungpangan
#SemestaKebajikanZakat

Leave a Comment