Sekolah Tani BAZNAS Perkenalkan Pembuatan Pupuk Organik dan Pestisida Nabati ke Petani

Sekolah Tani Organik yang diinisiasi Badan Amil Zakat Indonesia (BAZNAS) memberikan pelatihan materi tentang tata cara pembuatan pupuk organik cair serta pestisida nabati kepada 43 petani Mustahik yang tergabung dalam kelompok tani Riung Gunung di Kampung Cibatu Lembur, Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.

Dibimbing langsung oleh tenaga ahli pertanian organik Lumbung Pangan BAZNAS, Erik, penerima manfaat kelompok tani ini langsung mempraktikkan pembuatan berbagai macam pupuk organik cair dan pestisida nabati.

Erik mengatakan proses pembuatan pupuk organik terbilang mudah, karena petani dapat memanfaatkan sumber daya alam sekitar Desa Cibatu sebagai bahannya. Pupuk organik cair yang dimaksud adalah Mikro Organik Lokal (MOL) yang bisa dibuat berdasarkan bahan dasarnya, dan masing-masing bahan dasar bisa menghasilkan unsur hara yang berbeda.

Pada praktek pembuatan pestisida nabati, petani dikenalkan dengan 4 macam pestisida yang terbuat dari 4 macam bahan dasar yang berbeda. 

“Proses pembuatan MOL dan pestisida nabati ini bisa dibilang mirip, karena proses pembuatannya dicampur dengan air dan didiamkan selama beberapa waktu, bedanya adalah jika MOL didiamkan selama 1-2 minggu, pestisida nabati hanya selama 2 jam saja,” jelasnya.

Serangkaian kegiatan sekolah tani organik ini merupakan salah satu syarat bagi petani calon penerima manfaat program Lumbung Pangan BAZNAS. Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan dan kesehatan, serta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dengan sebaik mungkin.

Leave a Comment