Kabupaten Bogor, 09 Februari 2021. Menjalani usaha memerlukan kesungguhan dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi tantangan yang ada. Seperti halnya yang dialami oleh Herlina (40) yang merupakan pelaku usaha keripik dan sale pisang binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dari Kelompok Maju Berkah Bersama.

Selain pandemi Covid 19 yang menyebabkan penurunan daya beli masyarakat, usaha herlina menghadapi tantangan lain yaitu kondisi cuaca yang buruk membuat bahan baku pisang sulit didapat dan memperhambat proses produksi keripik pisang yang mengandalkan sinar matahari.

Ditemui dirumahnya, di Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor, Herlina menceritakan kondisi usaha keripik pisang yang masih sulit.
“Pendapatan sekarang dari usaha keripik sangat menurun kang, ditambah cuaca yang kurang mendukung dan kesulitan memperoleh bahan baku menjadi tantangan saat ini”, ujar Herlina

Upaya sudah dilakukan Herlina dalam mengatasi tantangan ini, seperti melakukan kunjungan ke kebun-kebun milik warga, untuk memperoleh bahan baku, namun memang pisang yang dibutuhkan sedang sulit didapat.

Dengan kondisi tersebut, Herlina lantas tak berdiam diri. Berbekal dari saran pendamping, Herlina coba menggali ketrampilan produksi makanan yang lain, yang bisa dijalankan dengan cuaca saat ini. Herlina mencoba membuka peluang usaha lain yaitu dengan membuat ‘Pempek Ala Palembang’ dan Cireng isi. Melalui produksi tersebut, Herlina mampu mencukupi kebutuhan keluarganya, menggantikan usaha keripik pisang yang saat ini sedang terhambat.
“Alhamdulillah dengan saran dan suntikan semangat dari kang fikri kemari, dengan memanfaatkan alat usaha yang sudah diberikan Baznas, saya tetap fight dalam mencukupi kebutuhan keluarga. Pempek ini, sehari mampu terjual 200 Pcs dengan omset Rp. 200.000/hari dan profit Rp100.000. Alhamdulillah, usaha ini bisa menjadi diversifikasi produk saya saat kondisi usaha keripik pisang saya bila keadaanya sudah normal” tutur Herlina

Leave a Comment